SISTEM PENDIDIKAN DI DINGGRIS

England, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara merupakan empat daerah administratif yang memiliki regulator pendidikan yang berbeda. Pemerintah Inggris membawahi England sedangkan ketiga lainnya membawahi pengaturan pendidikan di masing-masing daerah Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Pengawasan pendidikan di England secara nasional dilakukan oleh Departemen Pendidikan (Department for Education-DfE) dan Departemen Bisnis, Inovasi, dan Keterampilan (Department for Business, Innovation and Skills – BIS) (Soelaiman, 2014)

Sistem pendidikan di Inggris dibagi menjadi beberapa jenjang berdasarkan usia siswa (Gambar 1), yaitu :

  1. Pendidikan pra-primer (pre-primary education), usia 3-4 tahun
  2. Pendidikan primer (primary education), usia 4-11 tahun
  3. Pendidikan sekunder (secondary education), usia 11-16 tahun
  4. Pendidikan lanjutan (further education), usia 16-18 tahun
  5. Pendidikan tinggi (higher education), usia di atas 18 tahun

(Soelaiman, 2014)

Setiap tahun, kalender akademik dimulai pada bulan September dan berakhir pada tahun berikutnya pada bulan Juni atau Juli. Satu tahun akademik dibagi menjadi 2 semester: semester 1 dimulai pada bulan September hingga Januari, kemudian semester 2 dimulai akhir Januari sampai akhir Mei (Atdikbudlondon, 2014).

Sistem pendidikan Inggris mengikuti wajib belajar dari pendidikan pra primer, primer, dan sekunder, sampai usia 16 tahun. Kelulusan dari program ini ditandai dengan diterimakannya GCSE (General Certificate of Secondary Education) (Atdikbudlondon, 2014).

Setelah GCSE, siswa harus menempuh pendidikan selama 2 tahun pada pendidikan lanjutan. Pendidikan lanjutan ini terdiri dari AS (Advanced Subsidiary) level dan dilanjutkan dengan A-Level/Business and Technology Education Council (BTEC) /International Baccalaureate (IB) / Cambridge Pre-U yang dapat ditempuh dalam sekolah yang sama, sixth form college atau further education college. Didapatkannya sertifikat A-level merupakan syarat untuk siswa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Pada jenjang pendidikan ini, sistem pendidikan juga memberikan kesempatan untuk siswa yang ingin segera dapat terjun ke dunia kerja dengan masuk ke sekolah kejuruan (vocational). Pada akhir sekolah ini, siswa akan mendapatkan sertifikat National Vocational Qualification (NVQ). Sistem pendidikan di Inggris juga tidak menutup kemungkinan jika ada siswa sekolah kejuruan yang akan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan tinggi. Siswa dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi jika secara akademis memenuhi syarat.

Jenjang yang lebih jauh, yaitu pendidikan tinggi (higher education), terdiri dari pendidikan sarjana dan pasca sarjana. Pendidikan sarjana dapat ditempuh selama 3 tahun. diawali dengan master yang dijalani selama satu tahun, kemudian pendidikan doktor selama 3 tahun (Soelaiman, 2014).

Untuk mahasiswa asing, United Kingdom Council for International Student Affairs (UKCISA) memberikan informasi yang dibutuhkan jika ingin belajar di Inggris. Institusi tersebut merupakan institusi nasional yang memberikan dukungan penuh terhadap penyaluran informasi untuk pelajar asing. Informasi tersebut dapat diakses melalui website www.ukcisa.org.uk/student (Atdikbudlondon, 2014).

 

Referensi :

  • (2014). Panduan Praktis Sekolah ke Inggris (pp. 1–120).
  • Soelaiman, T. A. F. (2014). Sistem Pendidikan di Inggris (pp. 1–154).