Science Cafe II

Pada Science Café kedua yang diadakan pada 30 Mei 2015 lalu, PPI London menyelenggarakan diskusi dengan topic “How to be a successful writer” dan “Tips and tricks in writing scientific manuscript” dengan menghadirkan dua pembicara, yakni Soe Tjen Marching, Ph.D., dan April Hari Wardhana, SKH., M.Si., Ph.D.

 

Dr. Soe Tjen Marching, atau yang akrab dipanggil Ibu Soe Tjen, memberikan tips untuk menulis artikel dan novel secara kritis namun tetap relevan dengan fakta. Penulis kelahiran Surabaya 23 April 1971 ini telah menerbitkan segudang karya, di antaranya adalah The Discrepancy between the Public and Private Selves of Indonesian Women (2007) yang diangkat dari disertasi beliau dan telah diterbitkan di Indonesia, Canada, Inggris, dan Amerika, serta novel bertajuk Mati Bertahun Lalu (2010), dan Kubunuh di Sini (2013). Dengan pengalaman beliau sebagai penulis dan novelis, Ibu Soe Tjen menjelaskan bahwa menulis adalah proses mendengarkan diri sendiri sehingga penulis harus percaya diri terhadap perspektifnya. Meskipun argumen penulis juga kerap dipengaruhi oleh karya orang lain, penulis tetap harus mencantumkan argumennya sebagai pendukung ataupun kritik terhadap karya orang lain. Karya kritis, menurut Ibu Soe Tjen, dapat diungkapkan dengan mengubah cara pandang dan menggugat paradigma penguasa. Hal ini diakui oleh beliau membutuhkan keberanian untuk menuangkan gagasan berupa kritik, meskipun belum tentu semua orang memiliki pendapat yang sama. Sehingga, mendapatkan feedback dari pihak lain maupun dari narasumber tulisan menjadi nilai tambah bagi karya seseorang. Ibu Soe Tjen juga mengungkapkan pentingnya melakukan riset melalui karya orang lain dan mencari informasi relevan mengenai topik yang ditulis supaya karya menjadi logis dan berkualitas, tidak hanya sekedar berargumen tanpa data pendukung. Selain itu, Ibu Soe Tjen juga merupakan pendiri Majalah Bhinneka yang berisikan kritik-kritik sosial.

Pada sesi kedua, peneliti dengan bidang keahlian di parasitologi dan bioteknologi, April Hari Wardhana, SKH.,MSi.,Ph.D, membawakan topik: Tips and tricks in writing scientific manuscript. Topik ini tepat dibawakan oleh beliau karena pengalaman-pengalaman yang beliau miliki dalam dunia penelitian dan penulisan hasil penelitian menjadi sebuah karya ilmiah yang layak publikasi. Sejak tahun 2009 sampai 2014, sebanyak 39 publikasi ilmiah telah beliau hasilkan, baik di jurnal Internasional maupun Nasional. Peneliti yang sedang menjalani Post Doctoral di Departement Life Science, Natural History Museum di London ini, menyampaikan manfaat pentingnya menulis karya ilmiah, antara lain sebagai wahana untuk mengkomunikasikan hasil penelitian kita kepada komunitas ilmiah sehingga kita bisa mengetahui seberapa dampak hasil penelitian kita serta sebagai media untuk pengakuan akan hasil penelitian kita di komunitas ilmiah. Penting bagi para peneliti untuk mengetahui kualitas dari jurnal yang akan kita tuju untuk mempublikasikan karya ilmiah. Hal tersebut disampaikan oleh peneliti yang menyelesaikan pendidikan Doktor nya di London School of Hygiene and Tropical Medicine, University of London. Beliau mengatakan untuk mengetahui berkualitas nya suatu jurnal, dapat dilihat salah satunya dengan acceptance rate, yaitu rasio jumlah antara jurnal yang masuk dan diseleksi oleh reviewer dengan jumlah jurnal yang lolos untuk publikasi. Semakin kecil rasio tersebut, semakin berkualitas jurnal tersebut. Oleh karena itu, penulisan karya ilmiah yang dapat dipublikasikan memerlukan suatu persiapan yang matang. Persiapan yang matang tersebut dengan memperhatikan empat elemen karya ilmiah. Pertama adalah relevansi isi meliputi apakah semuanya saling berhubungan antara latar belakang, hipotesis serta hasil dan diskusi. Hal yang kedua adalah struktur dari karya ilmiah yang diharuskan mengikuti pakem yang telah ditetapkan oleh jurnal yang dituju. Tak kalah penting nya adalah elemen ketiga yaitu gaya penulisan. Salah satu yang beliau sampaikan adalah diusahakan dapat menggunakan gaya penulisan kalimat yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Setelah semuanya siap, menurut Bapak April Hari Wardhana, perlu diperhatikan tentang akurasi. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa kita menulis sebenar-benar nya sesuai dengan hasil penelitian yang kita lakukan. Peneliti yang juga bekerja di Balai Besar Penelitian Veteriner (BBALITVET) Bogor ini menekankan untuk terus mengoreksi hasil tulisan kita sehingga dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diperlukan sebelum kita masukkan ke jurnal.